dari salah satu Blog milik seseorang di internet, ada bahasan yang selalu menarik perhatianku dalam satu hal ini, yaitu Takdir… terutama yang membicarakan masalah kehendak bebas atau kehendak Tuhan dll.
Berikut diantaranya komentar dari saya pribadi yang saya copy paste untuk blog saya sendiri ini dari topik yang sedang di bahas adalah “Kehendak Yang Bukan KehendakNya Juga(Kah)?”
Semoga bermanfaat…
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Mengenai pembahasan takdir (Qodho dan Qadar), merupakan 1 dari lebih 70cabang iman yang bisa di bilang “paling rumit” pemahamannya (relative).
Pembahasannya memerlukan orang ahli filsafat islam khususnya mengenai Tauhid untuk memaparkannya. Akan tetapi bukan dari golongan Jabariyah maupun bukan golongan muthazilah. Sepemahaman saya, pemahaman dan keyakinan akan takdir, pada saat ilmu kita tidak mumpuni untuk memikirkannya, saya lebih memilih untuk menerima dan menjalani Taklif-Nya, menjalanai Takdir-Nya dan berserah diri kepada-Nya dari apa yang diberikan kepada kita.
Mengenai keyakikan (faith) saya akan kehendak Allah (seperti yang saya tulis di subyek yang lain) bahwa saya tetap berkeyakinan bahwa semua yang terjadi kepada kita dan di alam bumi ini adalah kehendak Allah SWT semata. Dia lah yang maha Tahu akan “mengapa” terjadi sesuatu. Semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan-Nya dan.
Setahu saya dalam Ar’ad 11, terjemahan ada kata sisipan (kata-kata…: “nasib”
merupakan penafsiran dari salah satu ahli tafsir, jadi pengertian dasarnya adalah Allah tidak akan merubah suatu kaum dst…… (maksudnya merubah kaum (all in??))
Dalam hal Hak prerogratif Allah SWT untuk menentukan takdir seseorang merupakan benar-benar hak Allah yang dinamis sesuai dengan kehendak-Nya yang walau sebelum kita lahir, kita sudah ditentukan di dalam kitab ketetapan (lihat surat Ar-Rad 39: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)) Allah bisa mengganti suatu ketetapan sesuai dengan kehendak-Nya.
Mengenai saran yang penting kita melaksanakan kewajiban dan menjauhi perintah-Nya, itu lah intinya. Jadi pemahaman saya adalah:
ada perintah, ada larangan dan Allah menunjukkan sebab akibat (qadar) dari semuanya. Misal Kalau kita melanggar dan atas izin Allah juga pelanggaran itu terjadi, maka akibat yang telah digambarkan oleh Allah, akan ditimpakan kepada kita (sesuai janji Allah)… Dan Allah Maha tahu mana yang sebaiknya di putuskan untuk Kita..
Demikian pemahaman saya… semoga berguna
Wallahu ‘Alam
kebenaran hanya datang dari Allah SWT
WAssalam
D2MQ
Filed under: Agama
