Selasa, 04 Maret 2008
Ayin yang Dikenal Banyak Pejabat
Sumber: http://www.republika.co.id
Menurut sumber Republika, Arthalita Suryani (lazimnya disapa Ayin), merupakan sosok yang dikenal dekat dengan para pejabat. Dia seorang pengusaha asal Lampung.
Namun, meski hanya pedagang, keampuhan melobi Ayin diakui luar biasa. Misalnya, ketika pada April 2007 dia menggelar acara perkawinan salah seorang anaknya yang sangat meriah di areal Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran dengan 5.000 undangan.
Dalam pesta itu hadir banyak pejabat dan menteri. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono ikut hadir. ”Jadi, bisa dibayangkan betapa kuat jaringan lobi si Ayin itu. Padahal, dia hanya pedagang atau pengusaha biasa saja (konon real estate),” kata sumber tersebut.
Mengenai keterkaitan Ayin dengan Sjamsul Nursalim, sumber itu mengatakan keduanya memang memiliki hubungan cukup dekat. Bisa dikatakan Ayin merupakan tangan kanan Sjamsul Nursalim. Selama Sjamsul berada di luar negeri, Ayinlah yang menempati rumah obligor tersebut. ”Jadi, sebelum tinggal di Pakubuwono itu, Ayin sempat tinggal di rumah Sjamsul. Semua pejabat atau orang penting pasti tahu siapa sosok Ayin itu.” uba
Kisah Urip dan Sepatu Amrozi
”Di sidang pertama dia langsung ‘menghajar’ kami,” kata Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM), Mahendradatta, ketika ditanya kesan terhadap jaksa Urip Tri Gunawan. Mei 2003, di Pengadilan Negeri Denpasar, Mahendradatta, menjadi kuasa hukum terdakwa kasus bom Bali, Amrozi, sementara Urip adalah jaksa penuntut umum (JPU).
Pada sidang pertama Amrozi, Urip, kata Mahendradatta, langsung mempertanyakan surat izin membela para terdakwa bom Bali. Sikap keras Urip itu, sempat membuat panas sidang. Namun pada sidang berikut, Urip berubah sopan dengan mencoba menawarkan Amrozi sepasang sepatu. Kisah pemberian sepatu oleh Urip kepada Amrozi pun kemudian menjadi bagian sejarah tersendiri. Saat itu, sepatu ditolak Amrozi dengan alasan enggan menggunakan pemberian hasil korupsi.
Amrozi pun sukses divonis mati. Urip, sang JPU, ancang-ancang lompat jabatan yang lebih tinggi. Seperti diketahui, beberapa jaksa kasus bom Bali kini sukses memegang jabatan struktural di kejaksaan, termasuk ketua tim jaksa bom Bali, M Salim, yang telah menjabat direktur Penyidikan pada JAM Pidsus.
Selepas menangani kasus bom Bali, pada 2004 Urip sempat menjadi kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Bali. Sebelum berlabuh di gedung Bundar, Urip juga pernah menjabat Kepala Saksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.
Syarat integritas tinggi dan profesional dari Jaksa Agung, Hendarman Supandji, pun dipenuhi Urip. Bahkan, Urip dipercaya sebagai ketua tim BLBI II (BDNI) yang membawahkan 10 jaksa. ”Urip orangnya baik, saya nggak menyangka,” kata Salim, saat ditemui kemarin. dri
Filed under: Uncategorized

ayo….
kita cari pemimpin yang tegas…
pemimpin yang bukan pemimpi dan bisa memimpin untuk memberi contoh pada rakyatnya
masdhenk.wordpress.com
Jaksa urip dan m salim, kena batunya.
Arozi sudah bilang tidak mau ambil sepatu dari hasil korupsi. Sekarang mereka bisa membuktikan bahwa jaksa urip dan m salim adalah koruptor.
Salut untuk amrozi. pengorbananmu tidak sia – sia